 |
| Kebun Jagung Hibrida - Pengendalian Hama |
Hama ataupun penyakit tanaman Jagung - Jika kurang perhatian dan ketelitian dalam merawat tanaman jagung Hibrida. Maka hasil panen jagung yang di peroleh tidak sesuai dengan harapan kita. Faktor penyebab gagal panen jagung biasanya di mulai dari serangan hama seperti Pengerek batang (Sesamia inferens W ), ulat tongkol (Heliotis armigera) ,lalat (Atherigon exigua S) , Ulat tanah (Agrotis ipsilon) .
Hama Penggerek Batang Pada jagung Hibrida
Penggerek batang atau dengan sebutan (ilmiah Sesamia inferens W) Pengerek batang jagung Adalah sejenis serangga. Serangga Pengerek ini biasanya sering menempatkan telurnya pada daun jagung. Setelah mencapai masa penetasan larvanya, hama pengerek batang akan berkembang biak dan memakan batang-batang jagung. Gejala dan tanda-tanda serangan hama pengerek ini adalah disertai munculnya lubang-lubang pada bagian batang jagung. Tidak cukup samapai pada batang saja, bahkan penggerek batang akanmenyerang juga rambut atau pucuk tongkol buah jagung. Jika serangan pengerek batang dibiarkan, maka hama ini dapat menyebabkan Turunnya produksi jagung dan bahkan Penyebab gagal panen jagung.
Untuk Pencegahan dan pengendalian serangan hama penggerek batang jagung, perlu dilakukan Penanaman jagung hibrida secara serentak, Perlakuan penggiliran dan Rotasi tanaman yang mengalami serangan. Cara mengendalikan perlu dilakukan dengan penyemprotan Insektisida seperti Sevin 85 SP, Matador, atau
Curacron 500 EC dengan penggunaan dosis yang sesuai dan aturan pemakain pada kemasan
insektisida.
Hama Lalat pada jagung hibrida
Serangan Hama lalat atau dengan nama ilmiah Atherigon exigua S, Lalat ini memiliki warna abu-abu dengan ukuran 0,3-0,5 mm. lalat Atherigon exigua S ini biasanya menempatkan sel telurnya pada permukaan bagian bawah daun seltelur lalat biasanya memiliki warna putih. Setelah mencapai masa telur menetas, kemudian berubah bentuk menjadi larva yang akan mencabik dan memakan, pangkal daun hingga pangkal batang jagung. Serangan larva dari lalat ini penyebab munculnya lubang-lubang pada seluruh bagian daun jagung.
Ketika serangan ini merajalela, batang jagung akan mengalami patah di sebabkan pangkal batang habis dimakan larva. Pencegahan dan pengendalian serangan hama lalat antara lain lakukan penanaman jagung hibrida secara serentak, Pilihlah varietas Benih Jagung yang kebal terhadap serangan hama lalat ini seperti benih
jagung P27,P4, DK 979,
NK 33. Pengendalian serangan perlu dilakukan dengan Penyemprotan Insektisida seperti
Sevin 85 SP, Matador, atau Curacron 500 EC dengan penggunaan dosis yang sesuai dan aturan pemakain pada kemasan insektisida.
Hama Ulat Tongkol Jagung Hibrida
Serangan Ulat Tongkol atau dengan nama ilmiah Heliotis armigera, larva ini memiliki warna kuning , kepala larva berwarna hitam. ulat inilah yang akan menginvasi pada tongkol jagung, dampak yang di hasilakan dari ulat ini adalah kebusukan jagung sebelum tua. Pencegahan dan pengendalian hama ulat ini, yang harus dilakukan adalah dengan mengambil satu persatu kemudian musnahkan. Jika serangan ulat tongkol merajalela, di butuhkan pengendalian yang dilakukan adalah penyemprotan
Insektisida seperti Sevin 85 SP, Matador, atau
Curacron 500 EC dengan penggunaan dosis yang sesuai dan aturan pemakain pada kemasan insektisida.
Serangan Hama Ulat Tanah pada tanaman Jagung Hibrida
Hama Ulat tanah atau dengan sebuatan ilmiah Agrotis ipsilon, Ulat ini menyerang pada bagian-bagian vital tanaman jagung seperti batang dan buah. serangan Hama ulat tanah ini sangat meresahkan petani jagung, di sebabkan ulat ini aktif menyerang ketika malam hari dan pada saat siang hari ulat-ulat ini bersembunyi dalam tanah makanya hama ini medapat sebutan ulat tanah. Hama Ulat tanahsering menyerang tanaman jagung yang masih muda. Batang jagung yang mengalami serangan akan patah kemudian mati. Cara Pencegahan dan pengendalian hama-hama ulat tanah ini perlu dilakukan penaburan insektisida lahan sebelum masa tanam di mulai. dengan mengunakan insektisida jenis tabur seperti Furadan 3G, Petrofur,
SEVIN 85 SP atau insektisida yang bersifat sistemik yang meresap ke seluruh bagian tanaman dengan penggunaan dosis yang sesuai dan aturan pemakain pada kemasan insektisida.